Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1432 H / 2011 M
Selasa , 01 Maret 2011 aula prona Lnt 7 gedung BPN RI Jln Sisingamangaraja No. 2 Jakarta Selatan. hari ini merupakan hari yang baik bagi kami, tau kenapa ??? Yaaa karena ini Tanggal 1 , tanggal favorit kami, maklum uang makan kami pun sdh 2 bulan tidak turun. Sediiiih memang, tapi jalani dengan syukur Alhamdulillah. Oya kemarin baru dapet subsidi juga karena pulang ke lampung hehehehehe. Lanjut kebahagiaan yang ke 2 adalah hari ini adalah peringatan maulid nabi di kantor kami, dengan mengambil tema “dengan semangat Maulid Nabi Muhammad SAW Kita Mantabkan Tekad untuk Terus berbenah, Berkarya dan Berketetapan Mewujudkan Tanah Untuk Keadilan dan kesejahteraan Rakyat”. Acara ini di isi oleh K.H. Fathuddin Ja’far dan Ustad Hadad Alwi ,
Acara ini Ontime , jam 09.30 sudah di mulai , acara yang dipanitiai oleh deputi 1 BPN RI namun pada kesempatan kali Pak Kepala Badan BPN RI berhalangan datang. Acara berjalan dengan baik, dan kami mendapat manfaat yang luar biasa.
Tapi menurut sya penjelasan dari Ustad Fathuddin Jafar, sangat membosankan dan flat sangat flat.
Bagian yang paling di tunggu oleh saya adalah performance dari Hadad Alwi,
Ya Haddad Alwi naik , baru kali ini juga saya liat performancenya :D . Penampilan yang menurut saya bak seorang enterpenuer , mampu mengangkat tangan ke atas seorang pejabat eselon 1 (eselon dewa). Tidak membosankan , satu kata yang pasti pada penampilan hadad alwi, hadad alwi selalu berusaha berinteraksi dengan audiens , bak seorang artis walaupun dirinya menolak untuk dipanggil artis oleh audiens, dan menolak untuk di foto , casssss
Bersambung….
Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian Ilmu sesorang, bukan terletak pada wajah dan pakaiannya
– Hamkasebuah catatan galau
sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa ???
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika